Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OBAMA MUDIK: Cerita Pertunjukan Wayang Dalang oleh Ki Sardjono yang Bikin Obama Tertawa

Tiara Putri , Jurnalis-Sabtu, 01 Juli 2017 |14:27 WIB
OBAMA MUDIK: Cerita Pertunjukan Wayang Dalang oleh Ki Sardjono yang Bikin Obama Tertawa
Obama Pidato Diaspora (Foto: Antara)
A
A
A

MALAM terakhir di Yogyakarta, Kamis (29/6/2017), mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama bersama rombongannya menikmati pertunjungan wayang kulit yang dibawakan oleh Agustinus Sardjono Hadisurjo atau yang biasa disapa Ki Sardjono. Pertunjukan yang digelar selama 35 menit itu berlangsung tertutup di executive lounge Hotel Tentrem, Yogyakarta, tempat Obama dan rombongannya menginap.

Kondisi Ki Sardjono yang tuna netra menarik perhatian Obama. Walaupun diundang secara mendadak oleh Obama, sehari sebelum pertunjukan, Ki Sardjono tetap mempersiapkan diri dengan baik. Cerita yang dibawakan adalah tentang Aji Norontoko yang memiliki nilai-nilai tentang seorang ksatria dan jiwa patriotisme.

Gatotkaca sebagai tokoh utama dikisahkan berani bertarung untuk membela keadilan dan kebenaran. Membawakan cerita dalam bahasa Jawa, sesekali Ki Sardjono berbahasa Inggris saat menampilkan tokoh Petruk di tengah-tengah cerita. Kemunculan Petruk dan punokawan selalu membuat Obama dan keluarganya tertawa. Keluarga Obama pun didampingi penerjemah agar mengerti jalan cerita wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Sardjono dengan bahasa Jawa.

Sejak tahun 1979, penglihatan Ki Sardjono sudah mulai berkurang. Dokter memvonis dirinya tidak bisa disembuhkan. Tapi Ki Sardjono tidak putus asa. Dia memutuskan untuk berkuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), yang sekarang sudah berubah nama menjadi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), jurusan Pendidikan Luar Biasa.

Di sana dirinya mulai belajar melukis, membuat topeng, membuat alat peraga pendidikan luar biasa, membuat wayang, dan mendalang. Walaupun memiliki kekurangan, Ki Sardjono tidak pernah berhenti menciptakan karya seni, terlibah dunia kesenian Jawa sudah mendarah daging pada dirinya sejak kecil. Ayah Ki Sarjono adalah seorang pemain gamelan. Sebab itu masa kecilnya ia habiskan untuk menari, karawitan, dan menggambar wayang.

Menurut Ki Sardjono, wayang kulit memiliki nilai filosofis yang tinggi yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaannya terhadap wayang membuat Ki Sardjono melanjutkan pendidikan di sekolah dalang Keraton Yogyakarta yaitu Habirandha.

Ki Sardjono menyelesaikan pendidikan yang dimulainya pada tahun 2014 itu selama dua tahun. Setelah lulus di tahun 2016, dirinya semakin serius untuk menekuni profesi sebagai seorang dalang. Ki Sardjono memiliki cara tersendiri untuk membedakan wayang kulit. Pada pegangan wayang bagian depan, pria berusia 66 tahun itu menempelkan sebuah tanda.

Ki Sardjono merasa bersyukur orang Amerika seperti Obama dan keluarganya berminat menonton pagelaran wayang kulit. Dia berharap, dengan hal ini bisa menumbuhkan rasa kecintaan pada generasi muda untuk menyukai wayang kulit. Setelah selesai membawakan cerita, Ki Sardjono mendapat kesempatan untuk bersalaman dan berfoto dengan Obama serta keluarganya. Dirinya juga dipuji sebab cerita yang dibawanya membuat kagum Obama dan rombongan.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement