SEJAK diperkenalkan tahun 1998, banyak obat-obatan yang dijual untuk mengatasi disfungsi ereksi. Seiring berjalannya waktu ada beberapa langkah baru yang bisa dilakukan untuk perawatan disfungsi ereksi.
Bagi pria yang mengalami kesulitan ereksi dan ingin melakukan sejumlah perawatan, ada baiknya menemui dokter terlebih dahulu. Mungkin saja dokter memiliki penjelasan medis untuk kondisi Anda.
Sebab, riwayat kesehatan termasuk kesehatan seksual berpengaruh terhadap disfungsi ereksi. Dilansir dari Health, inilah 7 cara yang bisa dilakukan untuk perawatan disfungsi ereksi
Pil
Mengonsumsi obat-obatan seperti Viagra, Cialis (tadalafil), dan Levitra (vardenafil) bisa melawan disfungsi ereksi. Obat-obatan itu merelaksasi otot polos di Mr P, sehingga meningkatkan aliran darah yang memungkinkan terjadinya ereksi hingga 70%. Penggunaan pil dianggap aman karena efek samping yang bisa terjadi termasuk ringan.
Suntikan
Jika obat oral tidak bekerja, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menyuntikkan obat langsung ke pangkal atau sisi Mr P.
Supositoria
Bagi orang-orang yang memilih untuk tidak menyuntikkan diri atau memiliki ketakutan akan jarum suntik, supositoria bisa dijadikan pilihan. Supositoria akan dimasukkan ke dalam uretra. Walaupun tidak seefektif suntikan, namun ini membantu pria dalam ereksi.
Pompa
Pompa vakum Mr P merupakan cara efektif untuk meningkatkan aliran darah ke Mr P. Proses pemompaan membuat udara yang keluar dari tabung menarik darah ke jaringan ereksi.
Cincin konstriksi
Cincin konstriksi dapat memperpanjang waktu ereksi. Namun, cincin tidak boleh digunakan lebih dari 30 menit dan harus segera dilepas jika Anda merasa kedinginan, mati rasa, atau sakit di area genital.
Implan
Teknologi implan Mr P semakin meningkat setiap saat. Ada dua jenis implan, yaitu inflatable implants dan implan lunak. Inflatable implants adalah silinder yang ditanamkan di ruang ereksi Mr P dan di gelembungkan oleh pompa hidrolik yang ditanamkan ke dalam skrotum. Sedangkan implan lunak adalah batang semi kaku yang dapat diikat dan kemudian ditanamkan ke Mr P lalu bisa dimanipulasi secara manual menjadi posisi tegak atau lembek.
Operasi
Meskipun operasi vaskular jarang dilakukan, namun ini merupakan upaya terakhir bagi beberapa pria yang ingin melakukan perawatan terhadap disfungsi ereksi.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.