KEBERADAAN patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi land mark bagi pulau Bali. Patung yang berdiri di kawasan Taman GWK ini tidak hanya menawarkan keindahan ukiran patung itu sendiri. Tapi, ada pemandangan alam lain yang lebih menarik untuk dinikmati.
Pemandangan tersebut adalah tebing-tebing kapur tinggi yang berjajar di kiri-kanan jalan menuju maskot utama, patung garuda dan patung Dewa Wisnu. Jika siang hari, cuaca Bali yang panas, membuat tebing-tebing terpihat gersang.
Untuk menikmati keindahan tebing, cobalah datang pada malam hari ketika sedang dihelat sebuah acara yang menggunakan lampu sorot. Jajaran tebing jadi yang tersusun rapi jadi terlihat keren.
Menurut cerita Kadek, seorang pemandu wisata di GWK, tebing-tebing batu kapur itu berasal dari bukit besar yang dipecah. Dikemudian lalu disusun sedemikian rupa menjadi jajaran tebing.
"Pengerjaannya bersamaan ketika membangun GWK. Di atas tebing terdapat tanamam berupa pohon-pohon," terangnya kepada Okezone.
Lebih lanjut ia menuturkan pelataran di GWK kerap dijadikan lokasi acara-acara tertentu. Seperti pesta pernikahan, pertunjukkan seni dan budaya, bahkan konser-konser dunia kerap di adakan di sini.
"Pelatarannya luas, kira-kira bisa menampung sampai 3 ribu orang. Venue-nya menghadap tepat ke yang ada di belakang panggung," tukasnya.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.