Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kokohnya Bangunan Terowongan Gunung Gajah Peninggalan Belanda di Lahat

Annisa Aprilia , Jurnalis-Kamis, 01 Juni 2017 |14:58 WIB
Kokohnya Bangunan Terowongan Gunung Gajah Peninggalan Belanda di Lahat
Terowongan Gajah di Lahat (Foto: Pariwisata Lahat)
A
A
A

PENDUDUK Kabupaten Lahat sudah sepantasnya bangga dan bahagia karena tinggal di tanah yang begitu kaya akan sumber daya alam. Bahkan, hingga warisan sejarah megalitikum menghampar di sini.

Lahat yang pimpin oleh Aswari Rivai itu menjadi kota yang disesaki oleh peninggalan sejarah yang ternyata tidak hanya memiliki situs-situs bebatuan megalitikum yang terkenal, tapi juga masih ada satu terowongan tua dan sangat bersejarah.

Terowongan Gunung Gajah namanya. Dikutip dari situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, Kamis (1/6/2017), pembangunan terowongan dimulai pada 1924 dan selesai 1 tahun kemudian pada 1925, yang menjadikannya terowongan tua di Kabupaten Lahat. Dibangunnya terowongan ini juga ternyata membuat Lahat jadi salah satu kota sentral dunia perkereta apian di Sumatera Selatan. Pun di sana berdiri Balai Yasa atau disebut juga Bengkel Kereta Api yang dibangun pada 1931 dan hingga sekarang masih digunakan.

Di jaman milenial seperti sekarang ini, di saat sudah banyak moda transportasi yang canggih dan modern, terowongan Gunung Gajah masih tetap digunakan. Terowongan yang dirancang oleh Willem, arsitek asal Belanda itu sempat ditutup, kemudian dibuka lagi pada 1952.

Terowongan yang juga memiliki nama Willem Synja Tunnel sesuai dengan nama arsiteknya itu ternyata termasuk terowongan terpanjang di Indonesia, dengan panjang 368 meter. Walau terowongan sempat ditutupi tanah longsor pada Januari 2016 lalu, tidak berarti tidak dapat digunakan lagi.

Rute kereta api masih dengan lancar melewati terowongan Gunung Gajah, penumpang yang menumpang pun dapat menikmati sensasi melewati terowongan bersejarah yang konon saat pengerjaannya dulu banyak menelan korban jiwa para pekerja rodi dimasa penjajahan. Terowongan ini jadi jalur satu-satunya perlintasan kereta api yang menghubungi kota Tebing Tinggi dan Kota Lubuk Linggau.

Penasaran bagaimana aura mistis dan arsitek gaya Belanda yang berpadu dengan kekokohan terowongan Gunung Gajah? Segera kunjungi Lahat dan menumpanglah kereta api yang melintasi terowongan Gunung Gajah ini.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement