Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Asal Muasal Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Maria Amanda Inkiriwang , Jurnalis-Rabu, 31 Mei 2017 |08:30 WIB
Mengulik Asal Muasal Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Ilustrasi (Foto: Gizmodo)
A
A
A

Berbagai kegiatan bahkan diselenggarakan untuk memperingati hari penting tersebut, melalui demonstrasi publik, spanduk, kampanye iklan, program pendidikan, komunikasi lisan dengan masyarakat umum. Tak pernah bosan mereka mengingatkan pentingnya berhenti merokok melalui penyelenggaraan parade dan seni publik.

Bahaya penggunaan tembakau

Kampanye yang telah beredar mengatakan, tembakau tidak hanya ditemukan dalam bentuk tembakau, tetapi juga dalam berbagai bentuk lain, seperti ceurutu, bidis, pasta gigi, kretek, pipa, tembakau kunyah, dan banyak lainnya. WHO melarang keras penggunaan produk tembakau dalam bentuk apapun.

Melalui peringatan ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran penuh bahwa merokok bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, serangan jantung, stroke, penyakit jantung kronis, berbagai jenis kanker, dan lainnya.

Candu rokok bisa menyebabkan seseorang sulit menghentikan kebiasaan yang merugikan kesehatan ini. Apalagi kecanduan nikotin sangat buruk bagi kesehatan, termasuk bagi otak dan paru-paru. Pasalnya, asap tembakau dapat mengikat jalur dopamin otak seperti obat-obatan ilegal lainnya, misalnya meth, alkohol, maupun heroin. Zat-zat beracun mempersiapkan otak mengirim pesan palsu agar tubuh membutuhkan nikotin sebagai "aktivitas" untuk bertahan hidup.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement