Studi lain yang dipublikasikan di jurnal Animal menunjukkan, seekor anjing keluarga dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik anak-anak penyandang disabilitas.
Dalam penelitian tersebut, para periset menemukan, anjing keluarga menghasilkan berbagai perbaikan terhadap anak laki-laki berusia 10 tahun dengan kondisi cerebral palsy (kelainan bawaan gerakan, otot atau postur tubuh). Hal ini termasuk aktivitas fisik dan motorik, keterampilan, kualitas hidup dan kesehatan emosional, sosial serta fisik.
"Temuan awal ini menunjukkan bahwa kita dapat memperbaiki kualitas hidup anak-anak penyadang disabilitas, dan kita bisa membuat mereka lebih aktif," kata Megan MacDonald, Asisten Profesor di Oregon State University.
"Sangat asyik melihat hubungan antara anak dan anjing berkembang dari waktu ke waktu. Mereka mengembangkan kemitraan dan aktivitas menjadi lebih menyenangkan dan menantang bagi anak itu," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)