MENIKMATI liburan di Bali bukan hanya bisa merilis stres tapi juga bisa membuat berat badan tak terkontrol. Banyak makanan khas Bali yang memanjakan lidah dengan rasanya yang aduhai. Jangan hanya dicoba sendiri, bawa oleh-oleh buat keluarga dan teman di rumah.
Oleh-oleh khas dari Bali bukan hanya bisa membawa pie susu tapi ada juga dodol khas Bali yang siap dibawa sebagai oleh-oleh. Dilansir dari berbagai sumber, dodol bali ini memiliki tampilan yang unik karena dibungkus menggunakan daun jagung kering. Selain sebagai pembungkus, daun jagung juga menyumbang aroma khas yang membuat dodol lebih sedap.
Dodol ini sering hadir sebagai sajian upacara keagamaan tetapi bukan tidak mungkin dijadikan oleh-oleh yang unik. Daerah yang dikenal banyak memproduksi dodol adalah di Buleleng, Bali. Bahan baku pembuatan dodol ini adalah ketan hitam, santan dan gula merah.
Masyarakat Bali memproduksi dodol dengan teknik sederhana yakni memasak di atas tungku api berbahan bakar kayu. Dodol diproduksi oleh industri rumahan jadi jangan heran jika di kawasan Buleleng banyak masyarakat berkerumum untuk membuat dodol secara bersama-sama.
Bukan hanya bahan baku dan pembungkusnya yang unik, dodol bali ini juga dikemas dengan cara yang unik. Bukan dengan kotak kemasan atau plastik. Dodol Bali dikemas dengan cara diikat memanjang dengan tali rafia, saat dijual juga dodol ini digantung memanjang.
Meskipun dibuat tanpa bahan pengawet, dodol ini mampu bertahan hingga 3 minggu. Pasalnya gula dalam dodol jadi pengawet alami. Jadi kalau ke Bali jangan lupa memboyong dodol untuk oleh-oleh.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.