Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biar Tidak Kecewa, Ini Trik Redakan Tangisan Bayi

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 10 Mei 2017 |12:05 WIB
Biar Tidak Kecewa, Ini Trik Redakan Tangisan Bayi
Ilustrasi (Foto: Scarymommy)
A
A
A

ADA kalanya bayi dan anak-anak kecewa atau marah saat mengalami sesuatu hal yang diinginkan. Orangtua harus peka untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.

Spesialis Anak dari RSIA Bunda Jakarta dr Markus M Danusantoso, SpA, mengungkapkan, untuk membentuk kemampuan sosial dan emosional harus dilakukan sejak bayi. Peran orangtualah yang sangat menentukan keberhasilan hal ini.

"Ada kalanya bayi marah dan kecewa. Jangan malah memarahi bayi, tapi peluk mereka dan ajak bicara walaupun belum bisa membalas pembicaraan Anda," kata dr Markus saat Seminar Develop Social and Emotional Skills Through Playing bersama ELC di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa 9 Mei 2017.

Sementara itu, jika anak-anak yang marah, seharusnya orangtua memberi penjelasan yang baik untuk mereka. Pada prinsipnya, harus ada kedekatan antara dua pihak agar tidak lagi mengecewakan anak.

"Orangtua harus selalu di dekat anak, apalagi saat dia mara. Kalau anak marah atau menangis jangan malah dikasih ke orang lain, misalnya pengasuhnya suruh memegang anak sampai diam," tambahnya.

Meskipun menurut dr Markus, proses pengendalian sosial dan emosional anak ini juga bisa dibantu dengan orang-orang sekitar. Karena semakin besar anak, harusnya semakin tahu kondisi lingkungan sekitarnya.

"Selalu tenangkan anak dalam situasi apapun, apalagi saat anak memerlukan bantuan orangtuanya. Jangan biarkan mereka bersama orang lain, agar hubungan orangtua dengan anak tidak meregang," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement