Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hah, Jadi Orang Pendiam Bisa Merusak Otak?

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Selasa, 09 Mei 2017 |08:09 WIB
<i>Hah</i>, Jadi Orang Pendiam Bisa Merusak Otak?
Ilustrasi (Foto: Timesofindia)
A
A
A

PASTI pernah mendengar ungkapan diam itu emas. Tapi, jika sudah menjadi pribadi yang pendiam, maka ada risikonya bagi kesehatan.

Menjadi orang pendiam atau terlalu sedikit berbicara bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak. Selain itu, ada pula kebiasaan atau aktivitas lain yang dapat merusak otak, berikut seperti dilansir Timesofindia:

Konsumsi gula tinggi

Gula tersembunyi di hampir semua makanan yang Anda konsumsi. Terlalu banyak konsumsi gula dalam jangka panjang mengganggu kemampuan tubuh menyerap nutrisi dan protein. Hal ini bisa menyebabkan malnutrisi, suatu kondisi yang menghambat perkembangan otak. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup nutrisi dalam aliran darah, sehingga tak memberikan nutrisi yang cukup ke otak, menghambat perkembangannya.

Menghirup polusi udara

Otak kita membutuhkan banyak oksigen untuk berfungsi dengan baik. Terus-menerus menghirup udara tercemar menurunkan pasokan oksigen ke tubuh dan otak, yang bisa mengurangi efisiensi otak.

Makan berlebihan

Terlalu banyak makan tidak hanya membuat tubuh bertambah gemuk atau kembung. Kebiasaan ini juga bisa mengeraskan arteri di otak, sehingga membahayakan kemampuan mental Anda.

Terlalu sedikit bicara

Otak kita seperti otot, peregangan dan latihan akan membantu memperkuatnya. Berbicara dengan orang-orang dan berpatisipasi dalam percakapan intelektual adalah latihan otak yang meningkatkan efisiensinya dari waktu ke waktu. Nah, jangan jadi orang pendiam ya, teruslah berbicara selama positif!

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement