Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Remehkan Obesitas pada Anak, Dampaknya saat Beranjak Dewasa!

Maria Amanda Inkiriwang , Jurnalis-Rabu, 03 Mei 2017 |14:29 WIB
Jangan Remehkan Obesitas pada Anak, Dampaknya saat Beranjak Dewasa!
Ilustrasi (Foto: Indianexpress)
A
A
A

PASTI masyarakat modern sudah tidak asing mendengar kata obesitas. Tidak hanya menyerang orang dewasa, ternyata obesitas juga berpeluang besar menyerang anak-anak.

Berdasarkan Riskesdas pada 2013, sebanyak 18,8 persen anak berusia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan. Bahkan, 10,8 persen di antara mereka menderita obesitas.

Dr Marlyn C Malonsa, SpA, spesialis anak, menjelaskan bahwa obesitas terjadi akibat lemak yang menumpuk dan sangat berlebih. Hal ini disebabkan oleh kalori yang masuk sangat banyak dan tidak seimbang dengan energi yang keluar. Sehingga ia kelebihan energi dan disimpan dalam bentuk jaringan lemak dalam tubuh kita.

"Kadang kita melihat anak gemuk itu menggemaskan. Tapi sebenarnya, itu tidak sehat. Karena kita sudah tahu ada komplikasi dan penyakit penyerta saat nanti ia beranjak di usia dewasa," ujar dr Marlyn di Rumah Sakit OMNI Alam Sutera, Tangerang Selatan, Selasa 2 Mei 2017.

Dr Marlyn melanjutkan, obeaitas pada anak berusia 0-18 tahun perlu diwaspadai, terutama yang terjadi pada usia remaja. Karena kemungkinan besar bisa berlanjut pada usia dewasa.

"Pada 2020 (diperkirakan) bisa terjadi peningkatan sebesar 9,1 persen atau sekira 60 juta populasi anak di dunia mengalami obesitas," tambahnya.

Sebetulnya ada ragam penyakit yang akan mengancam anak obesitas di masa dewasanya nanti. Dr Marilyn menyebutkan beberapa di antaranya peningkatan tekanan darah, aterosklerosis atau kekakuan pada pembuluh darah, adanya pembesaran pada ventrikel kiri atau pembesaran jantung, bisa juga disertai sumbatan jalan napas pada saat tidur atau sleep apnea, asma, gangguan psikosial, sindrom polikistik ovarium.

Adapun gangguan lainnya yang disebutka seperi diabetes melitus tipe 2, perlemakan hati, abnormalitas kolesterol darah meningkat sehingga menyebabkan sindrom metabolik, dan gangguan tulang.

"Obesitas memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak terutama dalam aspek organik dan psikososial. Obesitas pada anak berisiko tinggi pada obesitas di masa dewasanya nanti," tukas dr Marlyn.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement