KASUS penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan ramai menjadi pembicaraan. Novel harus mendapatkan perawatan setelah air keras mengenai wajahnya, dan terluka pada mata sebelah kiri.
Air keras merupakan larutan asam kuat yang cukup pekat. Salah satu contoh air keras adalah asam sulfat yang biasa digunakan untuk Aki.
Karenanya, air keras sudah jelas sangat berbahaya bagi manusia. Jika terkena kulit dampaknya bisa sampai menyebabkan luka bakar. Namun, ternyata bahaya dari air keras tidak hanya saat terpapar pada kulit.
Berikut bahaya air keras selain saat terpapar pada kulit seperti dilansir dari Quora:
Iritasi pernapasan
Air keras sangat berbahaya jika dihirup, kecuali dipanaskan. Selain itu, air keras dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan. Selain itu, ada juga ancaman akumulasi cairan di paru-paru akibat air keras. Gejalanya mungkin bisa batuk, sesak napas, sulit bernapas dan sesak di dada.
Jika tertelan
Jika tertelan dapat membakar bibir, lidah, tenggorokan dan perut. Gejala bisa berupa mual, kram perut dan diare. Kerusakan permanen dapat menyebabkan kematian.
Efek jangka panjang atau kronis
Pada konsentrasi rendah, paparan air keras dapat menyebabkan kering, merah, kulit pecah-pecah ketika mengenai kulit. Pada konsentrasi tinggi, dapat merusak enamel gigi dan membahayakan sistem pernapasan.
Karsinogenisitas
Air keras dari asam sulfat dapat bersifat karsinogenik bagi manusia. Hal ini telah dikaitkan dengan kanker tenggorokan dan kanker paru-paru.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.