PULAU Buton yang bertetangga dengan Wakatobi di Sulawesi Tenggara tidak hanya menarik karena perairannya. Kawasan hutan yang sebagian besar mengisi pulau ini juga perlu ditelusuri karena sebagian terbuka untuk objek wisata di alam terbuka.
Objek wisata tersebut adalah Hutan Lambusango, di Kabupaten Buton. Kawasan ini telah lama menjadi daya tarik peneliti dan wisatawan yang tertarik mengenal dunia hayati Buton. Bahkan namanya lebih dikenal oleh orang Inggris karena Operation Wallacea, daripada Indonesia sendiri.
Hutan Lambusango biasa dikunjungi untuk melakukan pengamatan aneka ragam burung dan satwa liar endemik dan langka, seperti anoa, macaque, tarsius, kuskus, sampai burung Rangkong yang endemik di Sulawesi. Di dalam hutan juga terdapat air terjun dan daya tarik alam lainnya yang bisa dijelajahi.
Hutan ini memiliki luas sekitar 65.000 hektare. Ini terdiri dari kawasan konservasi yang dibagi menjadi dua, yaitu Cagar Alam Kakenauwe dan Suaka Marga Satwa Lambusango (27.700 hektare), yang meliputi 149 jenis flora, 23 jenis semak, dan beragam jenis fauna dari mamalia, burung, reptilia, dan amfibi.
Sementara itu, setengah dari luas keseluruhan merupakan kawasan hutan lindung dan hutan produksi (36.910 hektare).
Meski lokasi ini umum terbuka untuk wisatawan dengan minat khusus, daerah setempat tengah mengembangkan sebagian kawasan untuk lokasi wisata umum. Sekarang pun, wisatawan awam bisa datang dengan meminta guide atau penduduk lokal untuk memandu ke dalam hutan. Disarankan wisatawan datang sebelum pagi atau menjelang malam untuk melihat fauna nokturnal yang eksotis di sana.
Untuk sampai ke sana, melalui pintu masuk ke Wisata Hutan Lambusango, wisatawan dapat menempuh beberapa jam berkendara dengan mobil dari Kota Bau-Bau melalui wilayah selatan pulau ini. Demikian seperti dikutip Okezone dari berbagai sumber.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.