Seleksi dan persiapan sudah dilakukan atlet ekspedisi tersebut sejak pertengahan 2015. Hal ini di antaranya untuk mempersiapkan keahlian bertahan hidup di kondisi lingkungan yang ekstrim di gunung tersebut. Meski demikian, medan pendakian yang dipilih dan kontur dari Gunung Damavand, dikatakan mahasiswa angkatan 2014 tersebut, tidak seekstrim Gunung Jayawijaya.
"Gunung Damavand punya beberapa jalur. Kita akan lewat di jalur selatan yang kelasnya hiking. Jadi nggak perlu banyak tehnik mendaki karena kelasnya 'happy' dan konturnya sendiri nggak seekstrim Carztenz. Yang jadi catatan hanya cuacanya, karena dinginnya bisa minus 8 bahkan sampai minus 20 derajat Celsius. Kita akan di gunung itu lima hari," tuturnya.
Dalam ekspedisi tersebut, mereka akan membentangkan bendera merah putih raksasa di puncaknya, yang mereka namakan "Indonesia Big Flag Project". Perjalanan tersebut akan dilakukan pada bulan Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun perguruan tinggi mereka, sekaligus waktu di mana Gunung Damavand memiliki pemandangan terbaiknya.
"Gunung Damavand bisa didaki di antara Juni sampai September. Tapi, view terbaik menurut orang-orang yang pernah ke sana terbaik di Bulan Mei," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.