Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Kondisi Pasutri yang Bisa Mendapatkan Bantuan Inseminasi

Maria Amanda Inkiriwang , Jurnalis-Selasa, 21 Februari 2017 |21:06 WIB
8 Kondisi Pasutri yang Bisa Mendapatkan Bantuan Inseminasi
Ilustrasi (Foto: Fertileground)
A
A
A

SETIAP pasangan berharap memiliki momongan dari pernikahan mereka. Namun, hal yang tak terduga bisa saja terjadi kepada beberapa pasangan yang tergolong tidak subur. Infertilitas dapat terjadi pada pria maupun wanita, atau keduanya.

Menjawab keresahan pasutri perihal ingin memiliki anak, dokter merekomendasikan bantuan inseminasi intrauterin untuk mempermudah pembuahan. dr Yassin Yanuar, MIB, SpOG, MSi, spesialis obstetri dan ginekolog, menjelaskan 8 kondisi pasutri yang membutuhkan inseminasi.

Unexpected infertility

Saat diperiksa kondisi sperma dan sel telur tidak mengalami masalah, serta tidak diketahui pula apa penyebab pasangan tidak kunjung hamil. Dokter boleh membantu pasangan dengan jalan inseminasi, sehingga jalur sperma bisa lebih dekat ke pembuahan.

Endometriosis yang ringan

Hal ini bisa dilakukan ketika perempuan mengalami nyeri haid dan tidak ada kista. Inseminasi tetap bisa dilakukan, selama tidak ada masalah serius pada rahimnya.

Sperma suami ada masalah

"Sperma yang mengalami masalah ringan, misalnya jumlah yang sedikit, kemampuan berenang terganggu sedikit, gangguan bentuk sedikit," ungkap dr Yassin di kawasan Jakarta Selatan, Senin 20 Februari 2017.

Namun, semua kekurangan ini bisa diperbaiki di dalam sel telur. Karena sel telur berkemampuan untuk memperbaiki kekurangan sperma.

Gangguan ereksi atau ejakulasi

Gangguan ejakulasi, ketika pria tidak bisa mengeluarkan sperma saat berhubungan seks. Hal ini disebabkan oleh faktor fisik atau psikis.

Punya infeksi

Pasien yang memiliki HIV, hepatitis B, hepatitis C, disarankan melakukan inseminasi. Cara ini perlu ditempuh, supaya infeksi yang terdapat di sperma suami dibersihkan terlebih dahulu, sehingga mengurangi penularan terhadap istri maupun anak.

Faktor servikal

"Sebagian kecil perempuan ada yang mengalami gangguan di serviks, misalnya tersumbat, jadi sperma tidak bisa masuk untuk membuahi sel telur," jelas dr Yassin. Untuk memudahkan jalan sperma dan mendukung pembuahan, inseminasi salah satu cara yang dianjurkan.

Gangguan lendir leher rahim

Adapun perempuan yang memiliki gangguan lendir leher rahim. Gangguan ini bersifat tidak ramah terhadap sperma. Ketika sperma masuk, lendir ini menolak sperma.

Gangguan ovulasi

"Biasanya terjadi pada perempuan yang mengalami gangguan haid, misalnya sel telur tidak ada yang matang, haidnya juga jarang," tukas dr Yassin. Dukungan tahapan inseminasi dibutuhkan untuk memudahkan ovulasi. Mulai dari perbaikan sel telur, hormon, hingga perbaikan sperma. Sehingga menunjang pembuahan dari proses inseminasi.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement