Kudapan tersebut terdiri dari nasi putih, beberap lauk seperti tahu, tempe, dan sambal, yang dibungkus dengan pisang. Dengan kombinasi yang cukup bervariasi dan rasanya yang lezat, nasi ponggol ternyata berhasil menjadi makanan kesukaan para pekerja proyek. Hal ini juga didukung oleh harganya yang cukup terjangkau.
Seiring berjalannya waktu, para pedagang nasi ponggol pun mulai memberanikan diri membangun bangunan khusus untuk menjajakan makanannya. Salah satu ciri khas bangunan warteg yang hingga saat ini masih dipertahankan adalah ukurannya yang mungil sekitar 3x3 meter, dan bercat biru pada bagian depannya.
Variasi makanannya pun sudah mulai bervariasi. Bahkan, sudah banyak warteg yang juga menjual makanan lokal tempat mereka membuka usaha. Menarik bukan?
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.