Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Sejarah Festival Bau Nyale di Lombok

Tentry Yudvi , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2017 |07:20 WIB
Mengulik Sejarah Festival Bau Nyale di Lombok
Ilustrasi Bau Nyale di Lombok (foto: Instagram/@solti_hn)
A
A
A

"Karena cantik sekali Putri Mandalika itu diperebutkan oleh tiga keraton, dan membuatnya stress. Akhirnya ia memilih untuk bunuh diri di laut," jelas Udin warga sekitar Mandalika kepada Okezone.

Kemudian selang lama bunuh diri, hadirlah cacing warna-warni di balik karang-karang sehingga orang Sasak menyakinkan jika sosok itu merupakan bentuk lain dari Putri Mandalika.

"Cacing ini juga dipercaya bisa menyuburkan tanah sehingga bisa membuat hasil panen melimpah, tapi bergantung dengan ukuran cacing dan kesuburan cacingnya, jelasnya.

Selarang, perayaan Bau Nyale itu sudah dijadikan alat promosi negara untuk menarik antusias wisatawan asing dan nusantara. Oleh karena itu, Bau Nyale sendiri dikemas dengan bentuk festival, di mana banyak acara yang identik dengan Bau Nyale dihadirkan setiap tahun.

Dalam perayaan menangkan cacing ini, masyrakat Lombok akan berkumpul sejak pukul 05:00 WIB, dan pergi ke karang-karang di lautan untuk menemukan cacing. Setelah cacing ada, kemudian biasanya digunakan untuk dibuat pepes dan disantap.

(Fiddy Anggriawan )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement