Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh, Bayi Lahir Prematur Lebih Rentan Kena Meningitis

Dewi Kania , Jurnalis-Minggu, 12 Februari 2017 |12:00 WIB
<i>Duh</i>, Bayi Lahir Prematur Lebih Rentan Kena Meningitis
Ilustrasi (Foto: Thetimes)
A
A
A

INFEKSI selaput otak atau meningitis yang terjadi pada anak banyak sekali faktor risikonya. Awalnya dapat dilihat dari sejak lahir, termasuk bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah.

Spesialis Anak dari RS Evasari Jakarta dr Darmady Darmawan SpA mengatakan, ada beberapa faktor risiko yang memengaruhi anak kena meningitis. Di masa kehamilan, seorang ibu sudah dapat mencegahnya agar bayi tetap lahir tepat waktu dan normal.

"Faktor risiko meningitis jenis kelamin berpengaruh, bayi lahir prematur atau berat badannya rendah. Dibandingkan dengan bayi lahir tepat waktu lebih jarang kena," kata dr Darmady saat ditemui Okezone di ruang praktiknya, RS Evasari Jakarta, belum lama ini.

Pada bayi prematur, menurut dr Darmady, lebih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih buruk. Sehingga, anak jadi rentan sakit sampai dia tumbuh besar.

Jika orangtua tidak ingin anaknya lahir prematur, tentu dijaga sejak masa kehamilan. Bisa-bisa bayi baru lahir pun sudha menderita meningitis akibat ibunya yang telah mengalami infeksi lebih dulu.

"Meningitis dideteksi dini pas di dalam kandungan tidak bisa. Karena bayi atau anak harus melakukan pemeriksaan fisik, ada kelainan saraf atau tidak, melakukan periksa darah, dan sebagainya," tambahnya.

Sementara itu, untuk pencegahan sudah dapat dilakukan sejak bayi. Orangtua harus memberikan vaksin pencegah meningitis yang dapat disuntikkan dari usia dua bulan.

Tentu dengan vaksin, prevalensi meningitis dapat menurun. Meski biaya vaksin sedikit mahal, tapi Anda sudah melindungi anak dari penyakit infeksi mematikan tersebut.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement