Mandy mengharapkan bahwa tampilnya ia di London Fashion Week saat pagelaran busana pada 20 Februari nanti dengan membawa warisan wastra tradisional Indonesia, yang sayangnya keberadaaanya masih belum banyak diketahui ini. Sedikit banyak bisa lebih menggaungkan lagi keberadaan dari kain Tenun Baduy khas Banten, Indonesia ini.
“Sejak awal aku memang fokus ke Tenun Baduy, untuk koleksi ini aku pakai material bahan kain Tenun Baduy Luar. Aku ingin memperlihatkan lah ke dunia internasional bahwa kita Indonesia punya loh kain secantik ini, kelebihan dari kain ini sendiri adalah motifnya yang geometris jadi permainan warna-warna cerah lebih mudah aku pakai. Begitu juga dengan aksen permainan patchwork. Enggak muluk-muluk kok harapannya, bisa mendapatkan buyers international banyak ya oke. Yah at least ini akan jadi pengalaman dan pembelajaran berharga buat aku dan Lekat sendiri,” pungkasnya.
Menariknya, segala aktivitas mulai dari A-Z Mandy saat London Fashion Week nanti akan diabadikan dalam bentuk film dokumenter fesyen yang digarap oleh para sutradara muda Tanah Air dengan langsung mendapat bimbingan dari sutradara terkenal, Nia Dinata.
"Intinya sih ingin memperlihatkan dan syukur-syukur bisa menginspirasi para desainer muda dan calon-calon desainer, bahwa di balik gemerlap industri fesyen yang tampak glamor itu banyak kerja keras yang harus digeluti. Lewat film dokumenter fesyen ini sih intinya ingin juga memperllihatkan bahwa desainer muda Indonesia makin hari makin berprestasi di dunia internasional, so sayang kan kalau banyak yang enggak bisa tahu dan lihat. Jadilah ini diabadikan lewat media film," tutup Nia.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.