"Saya mematangkan dengan daya pakai yang tinggi. Jadi, setiap gaun bisa di-mix and match, misalnya gaun yang saya pakai hari ini saya kenakan dengan jaket. Kalau jaketnya dilepas, jadi gaun batiknya akan menjadi evening wear. Dengan begitu, batik tak hanya indah tetapi juga berdaya pakai tinggi sehingga menjadi inventoris kaum wanita agar semakin pintar memilih rancangan batik," terang wanita yang tampak cantik dalam balutan gaun batik warna cokelat dan jaket putih itu.
Tina memilih Batik Tulis Betawi yang jenaka, Batik Tulis Pekalongan, Batik Tulis Solo, dan Batik Tulis Jogja yang dipadu dengan material lain seperti katun halus, sutera satin, sutera baron, dan sutera ATBM. Ia memperkaya desainnya dengan aplikasi bordir dan finishing batu-batuan sehingga memberi kesan anggun dan elegan.
"Bahan katun bisa dikenakan untuk siang hari, kemudian bahan sutera untuk tampilan yang lebih luxury. Warna yang dihadirkan pun saya coba padupadankan antara warna gelap dan cerah agar menarik dan modern," tambah istri penata rambut kondang Johnny Andrean tersebut.
Sebanyak 30 outfit busana diperagakan oleh enam orang model yang berbeda. Jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi lima sekuen fashion show.
(Foto: Annisa / Okezone)