Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perang Barista di Lampung: Tak Hanya Sekadar Menyeduh Kopi

Tri Purna Jaya , Jurnalis-Rabu, 07 Desember 2016 |18:12 WIB
Perang Barista di Lampung: Tak Hanya Sekadar Menyeduh Kopi
Perang barista di Lampung (Foto:Tripurna/Okezone)
A
A
A

“Suhu air sekitar 90 derajat Celcius. Sedangkan lama nyeduhnya paling lama tiga menit,” katanya.

Alim mengungkapkan, cara minum kopi yang disarankan adalah dengan tidak memakai gula. Ini agar rasa kopi benar-benar bisa tercicipi. Namun, ini menjadi problem, karena tidak semua orang suka kopi pahit.

Mengatasi hal ini, Alim ada trik tersendiri. Dia menggunakan biji kopi yang berwarna merah, yang belum terlalu masak.

“Umumnya, kopi Lampung itu kental dan pahit, khas jenis robusta. Jadi menggunakan biji kopi yang berwarna merah rasa pahit tidak terlalu, meski tidak memakai gula,” katanya.

 

Sementara itu, Kabid Bina Usaha Dinas Perkebunan Lampung, Fauri Werlian Ali mengatakan, Locafest ini digelar sehubungan dengan makin menjamurnya kedai kopi di Lampung.

“Di sini kan sedang berkembang. Namun, kebanyakan tidak menggunakan kopi robusta yang khas Lampung, kebanyakan pakai arabica,” katanya.

Padahal, kata Fauri, Lampung ini adalah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Menurutnya, hal itu perlu dimaksimalkan, sekaligus mendukung hasil produksi provinsi sendiri.

“Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi kepada petani dan kedai bagaimana menciptakan dan meracik kopi robusta yang enak diminum. Untuk level petani, bagaiamana agar bisa menghasilkan kopi dengan grade yang terbaik,” katanya.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement