SHANGHAI jauh berbeda dari Ibu Kota Tiongkok di Beijing. Kota metropolitan yang nyaris serupa dengan Kota New York di Amerika Serikat bisa membuat Anda seolah berada di masa depan. Tapi, ada tempat-tempat bersejarah yang tidak boleh dilewatkan.
Apa saja itu? Berikut di antaranya seperti dilansir dari Metro, Jumat (2/12/2016).
Taman Rakyat
Kolam yang terisi penuh bunga lily di Taman Rakyat layak dikunjungi di Shanghai. Di sana terdapat terowongan pohon yang mirip dengan yang ada di Kyoto, Jepang. Daerah itu adalah tempat yang asik untuk melihat warga setempat makan siang atau berkumpul santai.
Yang bisa membuat Anda tidak percaya, di sana ada "pasar perkawinan" setiap akhir pekan. Pasar di sini adalah tempat di mana para orangtua membawa papan besar ke taman untuk mengiklankan anak-anak mereka diharapkan segera mendapat jodoh.
Berjalan menyusuri “The Bund”
(foto: Getty Images)
The Bund adalah rumah bagi campuran bangunan bersejarah dan gedung pencakar langit, yang awalnya adalah sebuah perumahan orang Inggris. Berjalan di sepanjang sungai Huangpe, Anda akan dibuat terkagum-kagum dengan bangunan di sekitarnya, apalagi di malam hari.
Museum Propaganda Shanghai
(foto: Getty Images)
Museum ikonik ini berisi lebih dari 6.000 koleksi poster asli dari tahun 1913-1997. Poster-poster tersebut mendokumentasikan sejarah Tiongkok pada masa kepemimpinan Presiden Mao Zedong. Sejumlah poster menggambarkan ketegangan antara Tiongkok dan Barat, seperti poster dari tahun 1958.
Tempat ini memiliki model masyarakat Tiongkok yang sedang mendayung perahu naga, melambangkan kebijakan ‘Great Leap Forward’ yang menewaskan banyak orang. Anda juga bisa melihat slogan kampanye "Lebih Hebat, Lebih Cepat, Lebih Baik, Lebih Murah". Di sampingnya, ada perahu Barat yang tenggelam ditelan gelombang.
Lainnya seperti poster dari tahun 1960-an yang menunjukkan adanya ketegangan, seperti penolakan keterlibatan AS dalam Perang Vietnam (1966) dan dukungan untuk perjuangan orang kulit hitam di Amerika Serikat (1963).
Jangan lewatkan juga poster Shanghai Lady dari tahun 1930-an. Ini digunakan untuk mempromosikan barang Barat seperti rokok dan obat-obatan dan mempromosikan standar kecantikan pada saat itu.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.