Upacara Adat Ngukuih Hajat Sebelum Mendaki Gunung Bukit Raya (foto: Instagram/@gunungindonesia)
GUNUNG oleh banyak masyarakat di sekitarnya dianggap sebagai tempat yang sakral. Kepercayaan tersebut membuat masyarakat lokal kerap melakukan upacara adat untuk keselamatan kepada calon pendaki gunung.
Setidaknya ada dua gunung terkenal di Indonesia yang masyarakat sekitarnya masih memberlakukan upacara adat pada setiap calon pendaki yang datang. Adat tersebut masih di jalankan di Gunung Bukit Raya Kalimantan dan Binaiya di Maluku.
Upacara memakan pinang dan kapur sirih – Gunung Binaiya
Sebelum naik ke gunung yang jarak tempuh ke puncaknya bisa menghabiskan waktu lebih dari seminggu ini, para pendaki akan disambut masyarakat di Desa Kanikeh, Pulau Seram, Maluku. Kepala adat setempat akan meminta calon pendaki memakan pinang, kapur, dan buah sirih sebelum memulai pendakian.
Upacara Adat Ngukuih Hajat - Gunung Bukit Raya
#seputargunung from @cornelkunyuk : Upacara Adat Ngukuih Hajat Pendakian Gn. Bukitraya, Kalimantan Tengah - Setiap daerah mempunyai adat istiadat yg berbeda.. di masyarakat Dayak Ot Danum ini, sebelum melakukan perjalanan biasanya akan diadakan ritual upacara adat bernama Ngukuih Hajat.. dilakukan 2x sebelum perjalanan agar diberi perlindungan serta setelah kembali dr perjalanan untuk ungkapan rasa Syukur Kami pun juga melakukan ritual ini sebelum dan sesudah pendakian Bukit Raya. Seekor Ayam Kampung, Mandau, Beras Kuning, Gelang Nanik dengan tali terbuat dr akar sudah disiapkan oleh bapak & Ibu kepala adat. Ritual pun dimulai.. kami duduk menghadap matahari terbit, Bapak Kepala adat berdiri sembari memegang Ayam memutar2kan diatas kami mengucap doa dalam bahasa Dayak.. Selanjutnya perwakilan team yg Muslim dipanggil untuk menyembelih Ayam tersebut. Srrtttt...Leher Ayam beradu dengan Mandau..sekejap Ayam meronta dan darah menetes di piring yg disediakan... Ibu kepala adat mengampiri kami satu persatu untuk mengoleskan darah Ayam tersebut ke kaki, lutut, hulu hati, tengkuk, dahi disertai doa indah dlm bahasa Dayak. Diubun2 kami diberi Beras kuning yg sudah di beri darah Ayam sedikit.. sisa Beras di bawa sampai puncak untuk ditabur di ubun2 kami lagi. Lalu selanjutnya, kami masing2 menggigit Mandau tadi sebanyak 3x juga disertai doa dr sang Ibu kepala adat... kami diberi Gelang manik cantik ditangan kanan kami Ritual selesai, dan Ayam tadi menjadi menu sarapan pagi kami hehe Walaupun saya kurang paham bahasa doa mereka.. kearifan lokal seperti ini menurut mereka bermaksud untuk kebaikan kami semua.. dimana kaki berpijak disitu langit di junjung. Kayanya indonesia . #gunungindonesia #7summitindonesia #bukitraya
Foto kiriman GUNUNG INDONESIA (@gunungindonesia) pada Jul 19, 2016 pada 10:56 PDT
Masyarakat Dayak Ot Danum di Kalimantan Tengah biasa mengadakan ritual upacara adat Ngukuih Hajat kepada calon pendaki Gunung Bukit Raya. Upacara ini tidak hanya dilakukan sekali, tapi dua kali termasuk setelah selamat turun dari gunung.
Adapun upacara yang dilakukan sedikit mengerikan karena melibatkan pemotongan ayam kampung. Sambil duduk menghadap matahari terbit, calon pendaki harus mendengarkan doa-doa dalam bahasa Dayak dan melihat penyembelihan ayam secara Islam oleh orang muslim.
Darah ayam kemudian akan dioleskan di beberapa tempat di tubuh calon pendaki. Termasuk daerah ubun-ubun yang diberi darah dengan beras kuning. Setelah itu, gelang manik cantik akan disematkan di tangan pendaki.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.