SEMUA orangtua menginginkan anaknya tumbuh sehat. Memerhatikan kebutuhan gizi sang anak dan mengingatkannya selalu minum susu dengan harapan kebutuhan kalsium tetap terjaga.
Pada usia 0 sampai 16 - 20 tahun (pria) dan 0 sampai 16 - 18 tahun (wanita) merupakan tahap penting dalam pertumbuhan tulang. Di sinilah kebutuhan kalsium perlu dipenuhi dengan bantuan makanan yang bergizi dan mengandung kalsium tinggi. Namun, apakah sang anak membutuhkan suplemen kalsium tambahan?
"Pada usia 16 - 20 tahun untuk pria dan 16 - 18 tahun, kita makan kalsium, tubuh kita langsung ambil kalsiumnya dan langsung didepositakan ke tulang. Pada usia itu, sangat penting asupan kalsium. Apalagi pada anak-anak, membutuhkan fase waktu yang panjang," ungkap dr Karina Besinga, SpOT(K), spesialis ortopedi,dalam forum diskusi, Kamis 20 Oktober 2016.
Pada masa anak-anak, memang kebutuhan kalsium patut diperhatikan. Menurut Dr dr Franky Hartono, SpOT, FICS, spesiaslis ortopedi, mengatakan hampir setiap makanan yang kita konsumsi mengandung tinggi kalsium.
"Jadi, kita makan makanan yang cukup enggak perlu lagi suplemen kalsium," kata dr Franky.
Para orangtua memang beranggapan, bahwa kalsium yang tinggi hanya didapat dari asupan susu. Padahal, ada beragam makanan berkalsium tinggi yang bisa dikonsumsi.
"Asupan makanan kita, kita enggak perlu selalu berpikir bahwa susu itu berkalsium tinggi. Kurma, itu tinggi sekali kalsiumnya. Brokoli, pepaya, jeruk, pisang," ungkap dr Karina.
Orangtua perlu jeli dalam memerhatikan asupan kalsium si kecil. Tak harus terpaku pada susu saja, ada ragam makanan lainnya untuk mendukung pertumbuhan tulang sang anak.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.