SATE tidak hanya terpaku di Pulau Jawa saja, berbagai daerah di Tanah Air juga memiliki olahan sate khas masing-masing. Seperti sate tulang yang menjadi primadona di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Bagi yang belum pernah mencicipinya pasti akan kebingungan dengan nama sate tersebut. Jangan terkecoh! Meski namanya menggunakan kata ‘tulang’, sate ini sebetulnya terbuat dari bagian-bagian tubuh ayam yang tidak digunakan.
“Sate tulang itu terbuat dari bagian leher ayam, kulit, dan lemak-lemaknya yang digiling seperti sate lilit di Bali. Perbedaannya cuman terletak pada bumbu dan penusuknya. Kalau di Bali kan pakai batang serai, sate tulang menggunakan tusuk sate yang biasa digunakan,” tutur Chef Agus Sasirangan, saat dihubungi Okezone via telepon, Kamis 13 Oktober 2016.
Untuk bumbunya, sate tulang menggunakan metode masak habang. Habang sendiri memiliki arti merah. Dapat ditebak bahwa rasa bumbu ini cenderung pedas, karena menggunakan cabai sebagai bahan utamanya. Meskipun demikian, masih terdapat rasa manis yang cukup mencolok pada masakan tersebut.
“Teknik masak habang itu cukup mudah, bahan utamanya adalah cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, jahe dan yang paling penting adalah kayu manis. Semua bahan dihaluskan sebelum dioleskan pada badan sate,” ujar Runner-up Master Chef Indonesia (MCI) musim pertama ini.
Karena citarasanya yang sangat khas, sate tulang sering menjadi menu pelengkap pada acara-acara kebesaran di Kalimantan, seperti acara selamatan, pernikahan, hingga menu saat Hari Raya Lebaran.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.