MENGURUS anak bukan perkara mudah, terutama di masa menyusui. Peran dari ibu dan ayah sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang sang anak.
Dukungan seorang ayah juga dibutuhkan bagi seorang ibu yang menyusui. Apalagi di saat susu yang dikeluarkan dari payudara ibu hanya sedikit dan membuat perasaan ibu down. Hal tersebut dikemukakan oleh 3 orang Ayah ASI, yakni Rahmat, Carlo, dan Dhia.
Bagi Rahmat, pengaruh hormon dapat berpengaruh terhadap kelancaran ASI ibu saat menyusui sang anak. "Di payudara itu ada hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Prolaktin itu kerjaannya memproduksi ASI. Hormon oksitosin itu yang bikin lancar (ASI)," ujar Rahmat kepada Okezone belum lama ini di Jakarta.
Rahmat menjelaskan, peran Ayah dibutuhkan untuk membuat seorang istri tetap semangat dan senang, sehingga meningkatkan hormon prolaktin dan memengaruhi kelancaran ASI sang ibu.
Lantas, bagaimana jika ayah pergi keluar kota agar ibu tetap menyusui dengan hati yang gembira? Inilah tantangan seorang ayah untuk tetap memberikan dukungan, meski adanya hambatan jarak.
"Saya, sebagai ayah, akan mengeluarkan apa pun yang diperlukan (oleh ibu). Membuat istri senyaman mungkin, tunjukkan saya selalu ada di sampingnya, meski saya ada di luar kota atau kerja," jelas Dhia.
Ketika sang ibu merasa nyaman karena keberadaan dan dukungan sang ayah, hal ini akan memicu suasana hatinya menjadi lebih baik. Menjaga hubungan emosional terhadap ibu dan anak perlu dilakukan, demi kelancaran ASI selama masa menyusui.
Dukungan tentunya tak hanya sekadar bertujuan untuk meningkatkan kelancaran ASI, peranan ayah dalam mendukung ibu menyusui juga dilakukan untuk menjalin ikatan emosional kepada anak.
"Kita (ayah-ibu) enggak hanya menyusui saja, tetapi kita membuat bonding dengan anak. Lingkaran emosional akan terbentuk di situ," tandasnya.
(Vien Dimyati)