Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RS Unair Berhasil Operasi Pasien Sumbing Wajah

Nurul Arifin , Jurnalis-Selasa, 23 Agustus 2016 |14:30 WIB
RS Unair Berhasil Operasi Pasien Sumbing Wajah
Gus Ipul saat membesuk pasien facial cleft (Foto: Nurul Arifin/Okezone)
A
A
A

TUTIK Handayani warga Desa Uranggantung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, penderita kelainan Facial Cleft atau yang biasa disebut sumbing wajah telah usai menjalani operasi di RS Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Kelainan yang diderita oleh perempuan berusia 16 tahun ini adalah ketidaksesuaian malformasi kongenital bentuk pada tengkorak dan wajah yang mencakup celah dan berkembang ke dalam berbagai bentuk. Insidensi malformasi kongenital adalah 1 dari 33 kelahiran. Kelainan terjadi di daerah daerah sekitar mulut dan hidung hingga jaringan lunak dan tulang pada dagu, mata, telinga, kening dan dapat sampai ke batas rambut.

Pihak RS Unair sendiri baru pertama kali menangani operasi sumbing wajah ini. dr.Indri Lakshmi Putri, Sp.BP-RE (KKF), tim dokter bedah plastik RS UNAIR mengatakan, operasi Facial Cleft termasuk sulit. Pasalnya, pasien masuk kategori terlambat ditangani karena yang bersangkutan menginjak 16 tahun. "Harusnya operasi seperti ini dilakukan ketika usia 3 bulan," kata Indri ketika ditemui di RS Unair, Selasa (23/8/2016).

Dalam menangani operasi tersebut, Tim RS Unair membentuk Tim Kraniofasial yang terdiri dari dokter ahli cacat bawaan denan dibantu doketr mata, Psikiater, Anastesi, Dokter Telinga dan para ahli bedah saraf. Tim ini juga telah melakukan operasi pertama terhadap Tutik pada Kamis 18 Agustus 2016.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, usai membesuk pasien tersebut mengatakan, meski terlambat namun dia mengapresiasi RS Unar yang telah melakukan tindakkan medis terhadap Tutik. Kata Gus Ipul, orang tua Tutik tidak pernah membawa anaknya ke dokter karena Tutik selama ini tidak pernah mengeluh sakit.

"Saya bersyukur Tutik ditangani RS Unair yang punya kompetensi yang memberikan bantuan," kata Gus Ipul. Gus Ipul sendiri berjanji selepas operasi Tutik akan dibantu untuk disekolahkan secara gratis karena hingga usianya yang menginjak 16 tahun, Tutik memang belum pernah sekalipun bersekolah.

"Nanti dinas pendidikan akan bekerjasama dengan Lumajang mencarikan bagaimana Tutik ini bisa bersekolah di Lumajang. Ini penting sehingga Tutik bisa hidup dengan normal," kata dia.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement