GOA PINDUL menjadi alternatif menghabiskan liburan. Anda ditantang berbasah-basahan menyusuri sungai di Goa Pindul.
Jika biasanya objek wisata yang terletak di Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini hanya dipadati pengunjung pada akhir pekan saja, tapi belakangan ini selalu ramai setiap hari.
"Luar biasa jumlahnya, akses jalan menuju ke sini sampai macet. Antusias pengunjung untuk menyusuri Goa Pindul cukup tinggi, banyak yang dari luar daerah (Yogyakarta-red)," jelas Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo), Subagyo.
Pengelola objek wisata yang dikerjakan dengan konsep pemberdayaan masyarakat (kearifan lokal) ini harus kerja ekstra dalam melayani lonjakan wisatawan.
Jika hari biasa yang ramai pada Sabtu dan Minggu, namun memasuki libur panjang bisa setiap hari ramai pengunjung.
"Biasanya kalau ramai itu Sabtu dan Minggu. Ini tiap hari ramai luar biasa," imbuhnya.
Goa Pindul sendiri memiliki panjang lintasan sekira 350 meter dengan arus sungai bawah tanah yang pelan. Pemandu akan menceritakan pada tiap-tiap penjunjung dalam kelompok di setiap sudut goa.
Terdapat tiga zona dalam gua, yakni terang, sedang, dan gelap. Butuh waktu sekira satu jam dalam menyusuri goa yang terdapat batu stalagtit, stalakmit, dan batu gong (jika dipukul dengan tangan berbunyi seperti gong).
Ada juga mitos terkait tetesan air dari bebatuan dalam goa jika mengenai pengunjung. Jika perempuan, wajahnya terlihat cantik dan terpancar pesona aura positif, sedangkan jika laki-laki, dia akan terlihat gagah perkasa.
Pengunjung tidak perlu takut tenggelam meski tidak bisa berenang. Walaupun kedalaman air sungai cukup tinggi, namun setiap pengunjung wajib mengenakan baju pelampung, sepatu karet, helm pengaman, serta ban sebagai tempat mengambang saat menyusuri goa.
"Soal keamanan, itu jadi prioritas utama. Peralatan yang kita sediakan sangat-sangat aman, kita sesuaikan bagi yang anak-anak hingga dewasa," jelasnya.
Tiba di akhir susur goa, pengunjung tidak dibiarkan begitu saja. Ada mobil-mobil bak terbuka yang siap mengantar kembali pengunjung pada lokasi awal. Di situ, pengunjung bisa mandi pada tempat-tempat yang disediakan pengelola.
"Wedang jahe atau teh kita sediakan agar badan hangat, tidak masuk angin, tidak kedinginan," pungkasnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.