Menurut Rowen, ini sejalan dengan tren budaya atau definisi seksi bagi wanita. Hampir 60 persen wanita mengaku mereka melakukan ini untuk tujuan kesehatan. Mencukur rambut kemaluan, bagaimanapun, tidak membuat area Miss V lebih bersih.
"Bulu kemaluan ada karena memiliki tujuan. Itu ada untuk melindungi jaringan halus di sana. Beberapa wanita, misalnya, memiliki labia yang sangat sensitif sehingga mencukur bulu kemaluan dapat membuatnya rentan terluka,” katanya.
Mencukur bulu kemaluan sendiri bahkan dapat mengakibatkan cedera, kata Rowen. Sebagai dokter kandungan, Rowen telah melihat banyak luka di organ intim wanita yang senang bercukur. Dan dalam kasus wanita dengan labia sensitif, mencukur bulu kemaluan dapat menyebabkan kulit menebal dan teriritasi.
“Tidak ada pendapat medis yang kuat tentang apakah bercukur itu penting. Tetapi jika wanita mengalami masalah karena perawatan, katanya, ada alternatif yang bisa dicoba. Lagi pula, mencukur bulu kemaluan menguras banyak uang dengan beragam metodenya,” ujarnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.