ASINAN merupakan kudapan yang terbuat dari sayur dan buah-buahan mentah. Kemudian direndam dengan kuah cuka dan berbagai bumbu hingga rasanya pedas dan asam segar. Lantas mengapa disebut asinan?
Sebagaimana disarikan dari buku 30 Ikon Kuliner Nusantara, oleh Bondan Winarno dan Linda Adimidjaja, Rabu (22/6/2016). Penamaan asinan sebenarnya merujuk pada proses pengacaran dengan air garam dan cuka.
Dari sekian banyak asinan yang tersedia, dua diantaranya begitu populer, yakni asinan Betawi dan asinan Bogor. Secara umum asinan betawi memakai sayuran dan diberi saus kacang tanah yang dihaluskan.
Biasanya sayuran yang digunakan terdiri dari sawi asin, kubis, tauge, serutan wortel, selada dan irisan tahu kuning. Tak jarang juga ditambahkan irisan bengkuang dan ubi merah guna menambah tekstur renyah.
Asinan Betawi juga dilengkapi dengan taburan kacang tanah dan kerupuk mi kuning. Hidangan ini nikmat disantap sebagai sajian pembuka karena mirip dengan salad.
Sedangkan asinan Bogor biasanya merujuk pada asinan buah yang direndam dalam air campuran saus cabai, bawang putih dan cuka. Buah yang digunakan umumnya buah lokal, seperti mangga, salak, kedondong, jambu air, pepaya, pala, nanas, bengkuang, dan lain sebagainya.
Jika menilik dari cara penyajian dan cita rasanya, konon diduga asinan ini diciptakan oleh kaum Peranakan Tionghoa. Diperkirakan, asinan sudah ada sejak abad ke 20.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.