Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lihat Vihara Kota Kembang Ini Seraya di Thailand

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 23 Mei 2016 |09:03 WIB
Lihat Vihara Kota Kembang Ini Seraya di Thailand
Vihara di Bandung (Foto: Dimas Andhika Fikri)
A
A
A

BERBICARA soal Bandung, kota kembang ini ternyata memiliki Vihara tertua di kawasannya, Vihara itu bernama Vipassana Graha.

Vihara ini memiliki sejarah pembangunan yang cukup panjang dimulai sejak tahun 1976. Namun untuk peletakkan batu pertama pembangunannya dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 1992. Ketua Panitia Pembangunan diserahkan kepada Bapak Soedjito Kusumo.SE.MBA.

Mula-mula yang dibangun adalah empat kuti untuk tinggal para Bhikkhu, kemudian Candi Maha Panca Bala dan selanjutnya gedung Uposatha Gara.

Setelah selesai dibangunlah ruang makan untuk para Bhikkhu, kantor dan ruang perpustakaan. Kemudian dibangun juga rugu Asoka.

Pada tanggal 21 Oktober 1995, Ketua Pembangunan Bapak Soedjito Kusumo.SE.MBA bersama dengan Ketua Panitia Peresmian Bapak Anton Haliman melaksanakan upacara peresmian penggunaan Kompleks Vipassana Graha. Prasasti peresmian ditandatangani oleh Bapak Menteri Agama saat itu.

Pembangunan terus dilanjutkan hingga pada tanggal 28 September 1997 diresmikan pula Gedung Dhammasala.

Gedung ini memiliki keunikan tersendiri dari gedung-gedung lainnya, yang menjadi salah satu daya tarik wisata.

“Di gedung Dhammasala ini disimpan 10.000 patung Buddha yang berasal dari sumbangan para donatur. Patung-patung tersebut kebanyakan terbuat dari bahan tembaga dan kuningan,” ujar Bhante Dhanissaro kepada Okezone di Vihara Vipassana Graha, Lembang-Bandung.

Setelah Gedung Dhammasla dibangun, kemudian ada juga pembangunan Gedungg Metta 1 untuk tempat tinggal umat, pada tahun 1998.

Perlu diketahui bahwa salah satu pendiri penting Vihara Vipassana Graha merupakan pemuka agama Buddha yang berasal dari Thailand yaitu, Bhante Sujivo Mahathera.

Pada tahun 1999 ia kembali Thailand dan pimpinan Vihara ini dilanjutkan oleh Bhante Wongsin Labhiko Mahathera.

Pembangunan Vihara Vipassana Graha terus berlanjut hingga tahun 2003. Dan untuk jumlah penghuni Vihara ini juga mengalami pasang surut.

“Kalo untuk saat ini, yang tinggal di Vihara Vipassana Graha hanya ada 2 Biksu, 2 Bhante, dan 3 Samanera. Samanera itu calon bikkhu yang sedang dalam tahap belajar,” tutupnya.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi vihara ini, disediakan pula kamar untuk menginap dengan tarif 50 ribu rupiah per hari.

Terdapat 10 kamar yang siap untuk disewakan, bahkan ruang aulanya pun bisa disewakan dengan biaya sukarela.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement