Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Juara Makan Cepat Selalu Berbadan Kurus

Dinno Baskoro , Jurnalis-Rabu, 16 Maret 2016 |18:45 WIB
Alasan Juara Makan Cepat Selalu Berbadan Kurus
Takeru Kobayashi, pemegang rekor adu makan (Foto:Spokeo)
A
A
A

PERNAH dengar Takeru Kobayashi? Atau Sonya Thomas? Mereka adalah juara kompetisi makan ternama. Bahkan, bakatnya menyantap makanan dengan cepat dan porsi besar, membawa mereka menjadi seorang professional eater.

Namun coba perhatikan, tubuh mereka amat langsing. Sepintas, seakan tak percaya bahwa mereka sanggup habiskan makanan dengan cepat dan dalam porsi sangat banyak.

Jangan heran bila hal tersebut bisa terjadi. Pasalnya, seperti diketahui, orang kurus lebih punya potensi untuk memenangkan kompetisi makan. Tidak percaya?

Sebagaimana dilansir Mentalfloss, Rabu (16/3/2016), orang yang punya tubuh kurus memiliki presentase lemak lebih rendah, serta lebih aktif.

Ada sebuah teori menurut Yaser Salem, juara kompetisi makan hot dog, mengapa orang kurus lebih berpotensi untuk menang dalam lomba makan. Teori itu kerap disebut “Fat belt theory”.

Orang kurus diketahui punya ruang dalam perut yang dibatasi oleh tulang rusuk, sedangkan perutnya masih banyak ruang untuk menampung makanan. Lain hal dengan mereka yang gemuk, hal itu dapat menghambat kemampuan Anda untuk makan dan perut jadi cepat terasa kenyang dan cenderung cepat lemas.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement