WANITA bisa mengalami kekeringan yang membuatnya kesakitan saat berhubungan intim. Demikian juga dengan pria. Pria juga bisa mengalami orgasme yang kering karena cairan semen yang menolak untuk dikeluarkan. Lalu, apakah ini normal?
Jawabannya bisa 'ya' dan 'tidak'. Pria muda dapat mengalami periode refrakter, yaitu ketika pria mengalami dua orgasme yang waktunya berdekatan satu sama lain. Tapi pada mereka yang lebih tua, ini dapat menjadi tanda adanya beberapa masalah kesehatan.
Ada berbagai faktor untuk fenomena seksual ini, seperti dilansir dari laman Thehealthsite, Selasa (16/2/2016).
Umur
Laki-laki remaja dan yang berusia di awal dua puluhan lebih mungkin mengalami orgasme kering jika mereka memiliki kehidupan seksual yang aktif atau kebiasaan masturbasi yang sering. Seperti perempuan, laki-laki muda juga dapat orgasme berkali-kali sebelum air mani sempat diproduksi di testis, yang kadang bisa memakan waktu hingga satu hari.
Bila orgasme sering didapat laki-laki muda, maka kemungkinan untuk mengalami kekeringan juga besar. Namun, hal ini tidak terlalu berbahaya bagi remaja dan pemuda. Sementara itu, pria yang berusia 30 atau 40an merasa sulit untuk orgasme beberapa kali atau pulih dari orgasme dengan cepat.
Masalah medis
Untuk pria yang menderita masalah prostat, orgasme kering akan lebih sering dialami. Hal ini karena cairan mani terisap ke dalam kandung kemih, bukannya keluar melalui saluran kencing atau uretra. Ini disebut sebagai ejakulasi retrograde.
Masalah fisiologis
Struktur panggul yang lemah atau katup kandung kemih yang tersumbat juga bisa menghalangi aliran air mani untuk keluar dan membuatnya mundur ke belakang saluran.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.