Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dage, Makanan Kecil yang Terlupakan

Dage, Makanan Kecil yang Terlupakan
Seorang pedagang warung sedang menggoreng Dage (foto: KRjogja)
A
A
A

PURBALINGGA - Hujan deras yang turun tiba-tiba memaksa sejumlah pengendara sepeda motor menepikan kendaraannya dan mencari tempat berteduh, di sebuah ruas jalan pinggiran kota Purbalingga.

Beruntung, tidak jauh dari tempat itu, terdapat sebuah warung makan kecil. Setelah memesan kopi, para biker itu menatap sejumlah makanan gorengan yang sudah terhidang di nampan-nampan.

"Wah, ada dage, rupanya. Sip..," salah seorang biker mengulurkan tangannya meraih makanan tersebut dan langsung memakannya. Lengkap dengan cengis ijo (cabe rawit hijau). Seperti dikutip dari KRjogja, Selasa (26/1/2016).

Lahap sekali laki-laki itu menyantap gorengan dage. Rupanya, laki-laki itu sudah lama tidak menemukan makanan kesukaannya itu. Di wilayah eks Karesidenan Banyumas, dage pernah sangat populer, sejajar dengan tempe mendoan. Hampir semua pedagang gorengan menyediakan dage goreng, disamping mendoan, bakwan, tahu berontak, pisang goreng dan lainnya.

Proses pembuatan dage, tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan tempe kedelai. Semua bahan-bahan dibersihkan, dikukus dan selanjutnya diberi laru atau ragi agar terjadi fermentasi. Seperti halnya mendoan, bakwan atau tahu brontak, dage lazim dijambal alias dimakan begitu saja. Tapi bila digunakan untuk lauk makan nasipun, rasanya tetap nylekamin. Selain digoreng, dage bisa diolah menjadi sayur oseng.

Dage merupakan ‘saudara kandung’ bongkrek. Sama-sama berbahan baku bungkil kelapa. Bedanya, pada bongkrek terdapat campuran ampas kelapa. Bedanya lagi, bongkrek bisa dibilang sudah punah, bahkan di tempat asalnya, eks Karesidenan Banyumas.

Berbeda dengan mendoan, dage harus digoreng matang. Gorengan dage juga tidak bisa bertahan lama. Hanya sekitar 6-8 jam. Lebih dari itu, rasanya sudah berubah. Bagian luarnya akan terasa asam dan bagian dalamnya menjadi pahit. “Peminatnya makin sedikit. Lah yang sedikit itu rupanya benar-benar penggemar dage goreng. Karena kalau kesini pasti yang dibeli gorengan dage,” ujar Pedagang Gorengan, Darmi.

(Amril Amarullah (Okezone))

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement