BERKUNJUNG ke Sabang, Aceh, liburan Anda akan kurang lengkap jika tidak mengunjungi objek wisata Kilometer Nol. Apa pasal?
Ada yang menarik ketika Anda mengunjungi Kilometer Nol. Tugu yang dibangun sebagai penanda titik paling barat Indonesia ini merupakan destinasi yang wajib dikunjungi jika Anda ke Sabang.
Tugu Kilometer Nol adalah perbaharuan dari tugu sebelumnya yang terletak di dekat Pantai Iboih. Tugu terdahulu dianggap kurang mewakili titik nol Indonesia karena tidak terletak tepat di titik nol, sehingga Pemerintah Kota Sabang kemudian melakukan survei menyeluruh untuk mengetahui lokasi titik terbarat dari Pulau Weh yang kemudian ditetapkan di Ujung Bak U.
Tugu yang berbentuk bundar dengan tiang-tiang segi empat ini sebenarnya hanya berupa simbol, di mana tanah Indonesia dimulai.
Banyak hal yang dapat Anda nikmati di sini disebabkan lokasinya yang tepat di ujung tebing yang terpencil. Jalan yang harus diambil untuk mencapai tugu juga sangat sempit, sehingga Anda dianjurkan untuk menepi dan memberi jalan saat berpapasan dengan kendaraan besar seperti bus.
Sebagian besar pengunjung bertujuan untuk mengabadikan momen di depan monumen nasional ini, sehingga banyak juga grup sepeda motor dan otomotif yang memulai tour mereka dari simbol titik awal Nusantara ini. Tetapi, hal tersebut hanya secuil dari pengalaman yang dapat Anda nikmati.

Jika Anda berkunjung di sore hari, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menyaksikan sunset di tebing Ujong Bak U. Sunset ini menjadi sangat spesial dikarenakan lokasinya yang tepat di ujung tenggara pulau yang membuat Anda mendapatkan pemandangan sampai dengan 270 derajat, sehingga sunset dapat dinikmati hampir setiap hari.
Keragaman flora dan fauna juga menjadi ciri khas tersendiri bagi lokasi ini. Di seputaran tugu, Anda dapat menemukan monyet hutan berkumpul di antara bebatuan dan pagar. Monyet-monyet yang tinggal di hutan sekita tugu ini kerap datang menunggu makanan dari pengunjung. Namun, paling unik adalah kehadiran babi hutan jinak yang diberi nama Bro. Babi yang paling terkenal di Sabang ini biasanya datang ke Tugu Kilometer Nol di saat-saat ramai pengunjung seperti Sabtu dan Minggu. Wisatawan suka memberi makan dan menggoda si babi gemuk ini, sehingga menjadi hiburan tersendiri.
Para pelancong biasanya hanya menghabiskan waktu 30-60 menit di tugu ini. Meski begitu, banyak penjual makanan yang menjajakan barangnya berupa makanan dan minuman instan. Di hari-hari libur saat wisatawan memenuhi tugu, makanan yang ditawarkan lebih beragam seperti kelapa muda, jagung bakar, dan burger. Demikian sebagaimana dijelaskan Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS).
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.