Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Lumba-Lumba Pink yang Berada Diambang Kepunahan

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2015 |16:42 WIB
Kisah Lumba-Lumba Pink yang Berada Diambang Kepunahan
Lumba-lumba merah muda di perairan Hong Kong (Foto: BBC)
A
A
A

Menurut Hong Kong Dolphin Conservation Society, jumlah lumba-lumba pink di perairan Hong Kong menurun drastis. Pada tahun 2003, mereka mencatat jumlah lumba-lumba pink di perairan Hong Kong ada sebanyak 158 ekor. Namun, jumlah menurun drastis di tahun 2014, yaitu hanya sekira 41 ekor atau terjadi penurunan sebesar 40 persen terhadap jumlah populasi lumba-lumba pink.

Banyak faktor yang menyebabkan jumlah populasi lumba-lumba pink di Hong Kong terus menurun dan terancam punah. Misalnya, pembangunan Hong Kong-Zhuhai-Macau Bridge sepanjang 50 km yang akan selesai pada akhir tahun 2016.

Selain itu, kapal Feri komersil berkecepatan tinggi yang bolak-balik ke Tiongkok setiap hari di perairan Hong Kong menjadi ancaman fisik bagi lumba-lumba pink. Selain itu, aktivitas kapal Feri tersebut dapat mengganggu lumba-lumba pink yang mengandalkan sona untuk bernavigasi, berkomunikasi dan mencari makanan.

Tidak hanya itu, Pemerintah Hong Kong juga berencana membangun landasan pacu ketiga di dekat Bandara Internasional Hong Kong, Pulau Lantau. Padahal, kawasan tersebut merupakan habitat utama lumba-lumba pink. Namun, proyek ini akan membuat 650 hektar lahan reklamasi yang secara ironis mengurangi habitat lumba-lumba pink.

"Situasi telah menjadi lebih buruk dalam beberapa satu dekade terakhir. Jika tekanan dari pembangunan terus terjadi seperti ini, tidak ada banyak harapan," kata Dr Samuel Hung selaku Ketua Hong Kong Dolphin Conservation Society.



Tetapi, pembangunan jembatan dan pengembangan lahan bukan satu-satunya masalah bagi lumba-lumba pink di Hong Kong. Mamalia ini juga menghadapi ancaman serius dari polusi yang mengarah kepada penyakit dan kematian dini.

Hal ini disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak efektif. Akibatnya, perairan Hong Kong sangat terkontaminasi dengan plastik, pupuk, dan logam berat.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement