Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam mengenalkan dan melestarikan motif Bali. Ia harus melakukan audiensi dan berbicara langsung kepada masyarakat Bali sendiri mengenai motif batik Bali.
“Sampai-sampai saya melakukan audiensi dan berbicara langsung ke masyarakat mengenalkan motif Bali. Mereka mengatakan bahwa Bali tidak memiliki batik. Padahal, kain yang dikatakan batik jika pengerjaannya tetap menggunakan ‘malam’,” jelasnya.
Dahulu, lanjut pemilik nama lengkap Bintang Mira Afriningrum ini, motif Bali hanya dikenal masyarakat dengan motif bunga sepatu dan flora fauna saja. Padahal ternyata, ada motif lain. Ia mencontohkan, jika ingin melihat batik Bali sebenarnya bisa dilihat di Pasar Sukowati, Bali.
“Kita bisa lihat pada motif bed cover dan kain Bali. Untuk batik Bali ini, saya memilih motif-motif yang mudah, seperti kotak, geometris, dan lainnya. Memang motifnya tidak serumit motif batik lainnya, seperti di Yogyakarta,” ungkapnya.