KEMENTERIAN Kesehatan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga agar jemaah haji Indonesia tak tertular Sindrom Pernapasan Timur Tengah.
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama pada BBC Indonesia, Jumat (28/8/2015), sejak sebelum berangkat calon jamaah haji sudah diberikan penyuluhan-penyuluhan tentang apa itu MERS (Sindrom Pernapasan Timur Tengah) dan bagaimana pencegahannya, begitu juga saat di bandara dan ketika tiba di sana.
Calon jamaah juga diberikan masker ekstra untuk melindungi diri terhadap kemungkinan MERS.
"Teorinya, harus meminimalisir kontak dengan kerumunan orang. Tapi ini kan tidak mungkin dilakukan, maka pada saat di kerumunan, masker diberikan untuk melindungi diri," kata Tjandra Yoga.
Dia juga menambahkan, petugas kesehatan yang mendampingi jamaah juga sudah terus berkoordinasi dengan tim kesehatan Arab Saudi dan mendapat materi tentang MERS CoV.
Tjandra Yoga tidak terdengar terlalu khawatir tentang meningkatnya jumlah korban tewas akibat MERS di Arab Saudi. Ia mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut baru terjadi di Riyadh, belum di kota-kota perhajian seperti Mekah, Madinah, dan Jeddah.
"Yang terjadi di Riyadh pun sebagian besar masih di rumah sakit, sama seperti di Korea Selatan, dari satu orang menular ke rumah sakit. Pemerintah Arab Saudi kini sedang sekuat tenaga melokalisir agar tidak tersebar. Saya percaya mereka melakukan upaya itu secara maksimal, WHO juga memberi perhatian khusus," kata Tjandra Yoga.
.(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.