Cidomo transportasi khas Lombok (Foto: Snipview)
JIKA ke Gili Trawangan, Anda akan menjumpai alat transportasi khas bernama cidomo yang ditarik kuda. Tetapi, cidomo berbeda dengan delman.
Hampir sama dengan delman, tenaga utama dari cidomo berasal dari tarikan kuda. Namun bedanya, roda yang digunakan bukanlah roda kayu seperti delman atau andong pada umumnya. Melainkan menggunakan roda mobil bekas sehingga bentuknya agak landai dan unik.
Cidomo merupakan singkatan dari cikar, dokar dan mobil. Awalnya, kendaraan ini berbentuk cikar yang rodanya menggunakan roda kayu. Cikar ini digunakan untuk mengangkut barang-barang saja.
Namun seiring berjalannya waktu, cikar dan dokar digabungkan dan digunakan sebagai alat transportasi untuk mengangkut penumpang. Cidomo mudah dijumpai di tempat-tempat yang tidak dijangkau oleh angkutan publik, seperti di pasar-pasar yang ada di Pulau Lombok dan Kepulauan Gili.
Cidomo bisa mengangkut sampai empat penumpang. Kendaraan ini kerap digunakan oleh para wisatawan untuk mengangkut mengantarkan mereka ke tempat tujuan.
Cidomo digunakan sebagai salah satu transportasi pilihan karena memiliki kelebihan seperti ongkos yang relatif murah, bisa mengangkut banyak orang, aman dan ramah lingkungan. Untuk mengelilingi Gili Trawangan, Anda akan dikenakan tarif sekira Rp125 ribu. Meski demikian, bau dari kotoran kuda agak mengganggu.
Namun hal itu tidak seberapa jika Anda lebih fokus memerhatikan keindahan serta kebudayaan Lombok yang sangat menarik untuk dipelajari. Cidomo juga merupakan salah satu ikon wisata di Pulau Lombok yang menjadi satu daya tarik.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.