MARAKNYA pemberitaan prostitusi online tidak lepas dari penggunaan aplikasi digital dan media sosial yang mudah diakses oleh siapa saja. Kemudahan komunikasi sekarang ini, tidak hanya memudahkan orang mendapatkan teman kencan, tetapi juga penularan penyakit menular seksual (PMS).
Di Amerika, dilaporkan bahwa nama sipilis jarang terdengar pada akhir 90-an. Namun, epidemik ini mulai merebak pada awal tahun 2000-an dan 90 persen menyerang pria, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Berkembangnya media sosial dan aplikasi sosial di ponsel pintar bisa disalahkan untuk kondisi ini.
Profesor kedokteran di Washington University, Bradley Stoner, MD, PhD, mengatakan bahwa, masyarakat saat ini menjadi lebih nyaman atau tidak peduli dengan seks yang tidak aman. Hal ini di antaranya karena ketakutan akan PMS (Penyakit menular seksual) seperti HIV memudar.
Aplikasi ponsel yang digunakan untuk mencari teman kencan atau sekedar mendapatkan teman untuk pelampiasan seksual, juga bisa disalahkan untuk kemungkinan tersebut. Aplikasi semacam itu telah mengubah cara seseorang mendapatkan pasangan.
“Aplikasi ponsel memungkinkan seseorang mencari partner seks tanpa perlu mengenal satu sama lain, jadi ada banyak kemungkinan risiko penyakit yang tersembunyi,” kata Stoner, seperti dikutip dari Menshealth, Sabtu (15/5/2015).
Kondisi ini juga memberi masalah selanjutnya. Bila Anda menemukan pasangan seks singkat Anda terinfeksi PMS, Anda tidak dapat memperingatkannya karena sulitnya menemukan mereka atau menjalin komunikasi lebih lanjut dengan mereka.
Meskipun sebagian infeksi PMS dapat diobati dan disembuhkan, akan lebih baik bagi siapa pun untuk menghindari seks bebas dan meningkatkan perlindungan diri setelah menjadi seksual aktif.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.