Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Botak di Usia Muda, Waspadai Kanker Prostat

Erika Kurnia , Jurnalis-Senin, 11 Mei 2015 |21:06 WIB
Botak di Usia Muda, Waspadai Kanker Prostat
Botak, waspadai kanker prostat (Foto: Dailymail)
A
A
A

STUDI baru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology menunjukkan bahwa kebotakan pria ada hubungannya dengan risiko kanker prostat. Ini cukup mengkhawatirkan bagi pria yang menunjukkan tanda-tanda awal dari kebotakan atau kerontokan rambut.

Hasil penelitian baru-baru ini disajikan oleh National Cancer Institute di Asosiasi Amerika yang melibatkan lebih dari 4.000 pria AS berusia antara 25 dan 74 tahun. Peserta dianalisis dan dinilai oleh dokter kulit dan dikategorikan dalam kelompok tidak botak, sedikit botak, botak sedang atau parah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pria dengan berbagai jenis kebotakan 56 persen lebih mungkin meninggal akibat kanker prostat selama periode 21 tahun, dibandingkan dengan laki-laki yang tidak memiliki tanda-tanda kebotakan. Pria yang mengalami kebotakan moderat 83 persen lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker prostat.

Sejauh ini, para peneliti tidak dapat menentukan hubungan sebab akibat antara kebotakan dan kanker prostat. Mereka memperkirakan ini karena jumlah hormon laki-laki, seperti testosteron, yang diyakini berperan dalam pola kebotakan dan kanker prostat.

Pada kanker prostat, testosteron dikenal sebagai salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan penyakit. Inilah sebabnya mengapa pria dengan kanker prostat mendapat manfaat dari terapi androgen, yang memotong produksi testosteron dan memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat.

Dihidrotestosteron (DHT) juga dimungkinkan untuk hubungan ini. Hormon laki-laki yang dihasilkan dari testosteron oleh enzim yang disebut 5a reduktase dan ditemukan dalam folikel rambut, bila terlalu banyak dalam prostat dapat menyebabkan kondisi abnormal.

Dalam penelitian sebelumnya, seperti Harvard Medical School, telah melaporkan bahwa pria dengan kebotakan 1,5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker prostat, dibandingkan dengan laki-laki yang tidak. Namun, para peneliti masih harus terus mencari bukti tentang hubungan tersebut.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement