Engkong Tjin Eng juga menuturkan sejarah terciptanya barongsai yang menyerupai singa ini. Padahal, menurutnya, di China sendiri tidak ada singa. Umumnya, barongsai dimainkan oleh dua orang.
“Dulu, ada raja mengirim singa ke Tiongkok. Kemudian diadopsi orang-orang Tionghoa jadi barongsai. Padahal di Tiongkok tidak ada singa,” ujarnya.
Dari situ, kemudian masyarakat sering menggunakan barongsai pada perayaan atau hari-hari besar China. Barongsai sendiri memiliki jenis yang berbeda-beda. Salah satunya adalah jenis kodok bulat yang diyakini sebagai penolak bala.
“Jadi kalau rumah berhantu, biasanya dikasih barongsai itu untuk penolak bala,” tutupnya.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.