PERAN garam dalam pengolahan makanan tentu saja sangat besar karena garam sebagai bahan penghasil rasa asin. Jika masakan tidak menggunakan garam, maka bisa dipastikan makanan tersebut memiliki rasa yang tidak enak. Lalu bagaimana dengan gula?
Berbeda dengan penggunaan garam, masakan tidak selalu tergantung dengan penggunaan gula, khususnya gula pasir. Chef Dada Hardikusumo, konsultan di Gusto Tapas And Wine Bar, Jakarta, mengatakan, bahwa gula sebagai penghasil rasa manis memang dibutuhkan sebagai bumbu olahan masakan. Namun penggunaanya, hanya dalam jumlah yang sangat sedikit.
Biasanya, pemakaian gula dan garam dikombinasikan untuk menstabilkan rasa serta menghasilkan rasa gurih. Hal ini sering dilakukan dalam mengolah masakan, terutama bagi mereka yang mengurangi pemakaian penyedap rasa yang mengandung MSG.
"Pemakaian garam dan gula dalam masakan akan menghasilkan rasa gurih, jadi tanpa penyedap rasa pun sudah enak. Ditambah penggunaan MSG sangat tidak baik, apalagi untuk perkembangan dan pertumbuhan anak-anak," kata Chef Dada yang dihubungi Okezone melalui telefon, Senin (2/3/2015).
Sebenarnya, rasa gurih bisa dihasilkan dari penggunaan kaldu sebagai bumbu tambahan, tapi membuat kaldu terkadang memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk itu, kaldu bisa disiasati dengan menggantinya memakai campuran gula dan garam. Tentunya hal ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor, di antaranya jenis masakan, bahan baku masakan, serta teknik pengolahannya.(ndr/yac)
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.