SAAT ini cukup banyak varian kopi berasal dari luar negeri. Namun bagi Edwin, gitaris Cokelat, kopi lokal lebih nikmat.
Kopi bisa dikatakan sebagai salah satu minuman yang memiliki banyak penggemar. Seiring perkembangan zaman, kopi mengalami perubahan dan modifikasi, baik dari bahan tambahan yang digunakan, proses pengolahan hingga proses penyajian yang semakin unik dan beragam.
Coffee latte, Mocha latte, Cream Brulle Coffee dan Asian Dolce Latte adalah beberapa sajian kopi yang sudah dilakukan penambahan bahan, seperti susu, cokelat hingga gula caramel. Kebanyakan olahan kopi tersebut diadaptasi dari cara luar negeri seperti Prancis. Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang masih menyukai kopi klasik yang hanya diseduh dengan tambhan sedikit gula pasir.
Edwin, misalnya. Personel grup band Cokelat ini mengaku sangat suka minum kopi.
"Saya bisa dibilang coffee addict ya. Soalnya, sehari saya bisa minum kopi tiga sampai empat cangkir kopi," ucapnya kepada Okezone, Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Gitaris band Cokelat ini mengatakan, kopi yang diminum adalah jenis kopi lokal yang memang didatangkan langsung dari daerah asalnya. "Favorit saya kopi Belitung dan kopi Aceh. Keduanya memang dikirim langsung dari sana," aku Edwin.
Alasan Edwin senang mengonsumsi kopi lokal karena aroma dan rasanya nikmat dan lebih keluar maksimal dibanding kopi sachet yang dijual di pasaran. Selain aroma dan rasa, Edwin juga menunggu sensasi rasa deg-degan yang dihasilkan sesaat setelah meminum kopi.
"Menurut saya, ini salah satu seni menikmati kopi," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.