“Kalau sudah dirujuk ke rumah sakit sekunder, atau misalnya rumah sakit tengah, mereka harus punya dokter spesialis yang jumlahnya tidak terbatas. Minimal setiap rumah sakit punya empat ahli di bidangnya, seperti spesialis anak, bedah, penyakit dalam, kebidanan, dan pendukungnya anestesi. Itu ada kategorinya yang sudah dibuat Kemenkes, dan dirujuk ke tipe A yang umumnya subspesialis cukup banyak,” paparnya.
Menkes Nila mengungkapkan, untuk mewujudkan impian terssebut membutuhkan waktu, terutama untuk mendapatkan ide menarik dari seluruh jajaran. Ia pun ingin menyatukan pikiran para pejabat di Kemenkes agar sejalan dan cita-cita ini terwujud.
“Saya akui, kami tidak buru-buru, saya tetapkan, karena tidak begitu cara kerjanya. Saya masuk di Kemenkes ini harus kerja sama dengan jajaran Kemenkes biar jalannya ketemu. Kalau semua setuju dengan konsepnya, barulah pejabat eselon II dan III yang menjalankan programnya. Ini tugas kita untuk mengejawantahkan sampai bawah,” simpulnya.
(Yogi Cerdito)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.