PARIWISATA di Belitung diyakini semakin berkembang dan bisa menjadi salah satu tujuan wisata favorit.Oleh karenanya, kawasan tersebut akan dibangun bandara Internasional.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggandeng Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk bangun bandara Internasional di sana.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa ukuran Pulau Belitung tidak berbeda jauh dengan Bali dan Maldives.
Bali dan Maldives memang telah menjadi contoh untuk pulau yang relatif kecil tapi dapat mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki. Dengan begitu, bukanlah tidak mungkin untuk Belitung bisa menjadi seperti kedua pulau tujuan wisata dunia tersebut.
Jika Bali dapat menampung 3 juta wisatawan dan Maldives bisa 1,1 juta wisatawan, Arief Yahya berkeyakinan bahwa Belitung dapat meng-attrack 100 ribu wisatawan.
Meski begitu, Arief mengetahui betul kelemahan Belitung. Ia pun terus berusaha meningkatkan kerja sama dengan Kemenhub untuk membenahi infrastruktur, dalam hal ini bandar udara.
“Angka 100 ribu itu tidak besar. Saya tahu juga kelemahan Belitung, bandaranya belum internasional. Tapi kita sudah sounding ke Kemenhub untuk mendapatkan lisensi secara lisan, sudah oke. Itu yang kita urus,” terang Arief Yahya kepada Okezone di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat.
Namun, pria kelahiran Banyuwangi ini juga memuji Bupati Belitung dan Belitung Timur yang berkomitmen untuk memajukan pariwisata. setelah pariwisata berkembang, Arief percaya beberapa sektor pun akan turut berkembang.
“Alhamdulillah kedua bupati, Pak Sanem dan Pak Basuri berkomitmen di situ (pariwisata). Mengutamakan pariwisata lebih cepat. Setelah tempatnya itu kita jadikan pariwisata, maka bisnis propertinya akan nyala. Harga tanahnya akan naik mengikuti harga pasar,” tutup Arief.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.