MEMPERINGATI Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari 2014 esok, Menteri Nila memiliki terobosan untuk memerangi penyakit mematikan itu. Salah satu yaitu, dengan melibatkan LSM untuk memberi edukasi kepada masyarakat.
Menkes Nila mengatakan, di Indonesia kanker serviks menduduki nomor dua, setelah kanker payudara. Namun, di negara-negara maju jumlah penderita kanker sudah turun menduduki peringkat sembilan.
"Kanker serviks itu adalah satu kanker yang menurut saya paling mudah untuk dicegah. Kita bisa menemukannya pada saat dini, yaitu perempuan mengerti bahwa jika terjadi keputihan agak berbau dan pendarahan, kalau mereka berpengetahuan dia akan mau pergi ke rumah sakit, puskesmas atau ke layanan primer, di sana dokter bisa lakukan papsmear dan IVA," ujar Menkes Nila di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Kendati demikian, Menkes Nila menganjurkan wanita melakukan IVA dalam waktu satu sampai tiga tahun sekali. Sementara, papsmear bisa dilakukan satu tahun sekali, dengan syarat sudah menikah.
Bukan hanya itu, Kementerian Kesehatan RI mempunyai terobosan untuk memerangi kanker serviks tersebut. Yaitu menggandeng city society yang peduli terhadap kanker untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya preventif cegah kanker.
"Untuk terobosan kita lakukan kerja sama dengan city society. Kalau saya mengatakan harusnya perempuan bisa lakukan pemeriksaan lebih dini, jangan tunggu sampai keputihan parah yang tentunya kematian akan mendekati mereka," tutupnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.