Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjawab Mitos Kemoterapi Memperparah Pasien Kanker

Renny Sundayani , Jurnalis-Rabu, 17 Desember 2014 |18:55 WIB
Menjawab Mitos Kemoterapi Memperparah Pasien Kanker
Menjawab mitos kemoterapi memperparah pasien kanker (Foto: Aljazeera)
A
A
A

"Itu tidak benar. Kalau kemoterapi malah memperparah pasien kanker, rumah sakit kanker sudah tutup dong. Yang benar, jika pasien yang sudah stadium lanjut terlambat ditangani," ungkap dr Ronald di Aston Hotel, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Hanya, memang ada efek samping dari kemoterapi. Seperti, mual, rambut rontok, dan lemas.

"Karena sel kanker tadi sudah bikin lemas, jadi tidak benar kemoterapi pasien kanker makin parah," tegasnya.

Sebelum dilakukan kemoterapi, ada beberapa persyaratan untuk si pasien kanker, salah satunya melihat usia si pasien, cek fungsi jantung, ginjal, dan hati. Kemudian dipilih obat yang sesuai jenis kanker tersebut.

"Jadi tidak serta-merta pasien kanker langsung dikemoterapi. Harus dicek sebelumnya," pungkasnya. (yac)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement