Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlukah Pria Disunat?

Risma Damayanti , Jurnalis-Selasa, 09 Desember 2014 |00:04 WIB
Perlukah Pria Disunat?
Perlukah pria disunat (Foto:Cosmopolitan)
A
A
A

SAAT ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengeluarkan pernyataan bahwa, memotong kulit kulup yang membungkus Mr P atau sering disebut sunat, lebih sehat daripada pria yang tidak melakukan sunat. Penelitian selama tujuh tahun juga mengungkapkan tentang manfaat kesehatan dari sunat ini.

Hasil dari penelitian itu juga mengungkapkan bahwa, sunat dapat mencegah penularan HIV, kontraksi IMS (Infeksi Menular Seksual) seperti herpes dan HPV, mencegah infeksi saluran kemih, dan pengembangan beberapa jenis kanker bagi pria heteroseksual.

Adapula pihak yang tidak setuju dengan sunat berpendapat bahwa, bayi yang baru lahir tidak boleh di sunat dan dianggap sebagai mutilasi genital. Studi menunjukkan bahwa kurang dari 0,5 persen dari bayi yang baru lahir menderita komplikasi seperti pendarahan atau peradangan.

Meskipun sunat memiliki banyak manfaat dari segi kesehatan, banyak pula warga yang tidak melakukannya, terbukti di Amerika Serikat masyarakat yang melakukan sunat turun sekitar 10 persen.

(Tuty Ocktaviany)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement