Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Katarak di Bengkulu Meningkat Gara-Gara Sinetron

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 03 Desember 2014 |09:02 WIB
Kasus Katarak di Bengkulu Meningkat Gara-Gara Sinetron
Kasus katarak di Bengkulu meningkat gara-gara sinetron (Foto: Dewi/Okezone)
A
A
A

KASUS penyakit mata katarak di Kota Bengkulu lambat laun jumlah pasiennya bertambah. Menurut Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, salah satu penyebabnya adalah warga Bengkulu sering menonton beragam tayangan televisi, antara lain sinetron.

Dari 1,9 juta jiwa penduduk Provinsi Bengkulu, 2.000 di antara mereka terkena penyakit tak menular ini. Pemerintah Bengkulu tengah menyelipkan biaya bantuan operasi katarak gratis dalam APBD.

"Dengan angka 2.000, artinya penderita katarak di Bengkulu cukup tinggi. Bahkan kalau masyarakat desa suka dibiarkan saja, kan kasihan. Maka biaya penyembuhannya kita masukkan ke APBD," katanya usai Peresmian Rakerkesda di Auditoroium Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Jalan Indragiri, Kota Bengkulu, Selasa, 12 Desember 2014.

Junaidi juga mengungkap penyebab katarak di Bengkulu, antara lain faktor makanan, kurang menjaga kesehatan, dan polusi kawasan Bengkulu yang berada di pinggir pesisir.

"Bisa jadi penduduk kita gara-gara sering menonton sinetron, orang-orang jadi rabun sampai akhirnya kena katarak," ungkapnya.

Junaidi mengatakan seiring meningkatnya jumlah pasien, rencananya pemerintah Bengkulu akan membuka klinik khusus mata pertama di kota ini pada Januari 2015. Sekadar diketahui, dulunya klinik tersebut merupakan Klinik Umum Soekarno yang mulai sepi pasien.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement