OPERASI untuk penanganan penyakit dalam, sering kali dihadapkan dengan banyak stigma negatif, seperti biaya tinggi, efek samping, dan kompetensi dokter. Namun, berkat teknologi robotic surgery, semua stigma dapat dihapuskan.
Sejak diperkenalkan pada 2012 lalu, teknologi bedah robotik telah menjadi pilihan pasien dalam penanganan pembedahan. Bedah robotik adalah pembedahan yang menggunakan teknologi tangan robotik sebagai kepanjangan tangan dokter bedah.
"Bedah robotik di luar negeri bukanlah hal baru. Di Indonesia, teknologi ini sudah tersedia dan kini mulai menjadi pilihan banyak pasien untuk melakukan proses pembedahan," tutur dr. Sita Ayu, Arumi, Sp.OG., Koordinator Advance Robotic and Minimally Invasive Surgery (ARMIS), di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta, Selasa (2/12/2014).
Bedah robotik memungkinkan operasi dilakukan tanpa pembedahan besar, mengurangi invasif, efek samping, dan risiko yang dapat diterima pasien dari teknologi operasi yang pernah ada sebelumnya, seperti open surgery dan laparoskopi.